Pelatihan Komunikasi Krisis sebagai Upaya Mitigasi Bencana Ekologis pada Masyarakat Pesisir Pulau Pasaran
Keywords:
komunikasi krisis , mitigasi bencana, bencana ekologis, pemberdayaan masyarakatAbstract
Masyarakat pesisir merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai bencana ekologis akibat perubahan iklim, seperti banjir rob, abrasi, dan cuaca ekstrem. Salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir adalah masih terbatasnya kapasitas komunikasi krisis dan pengelolaan informasi kebencanaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi krisis anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Pulau Pasaran, Bandar Lampung. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui pelatihan, diskusi kelompok terarah, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) komunikasi krisis berbasis komunitas. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai mitigasi bencana, prinsip komunikasi krisis, verifikasi informasi, serta mekanisme koordinasi darurat. Selain itu, kegiatan menghasilkan media edukasi berupa poster mitigasi bencana ekologis dan SOP komunikasi krisis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara berkelanjutan. Luaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan memperkuat ketangguhan komunitas pesisir dalam menghadapi bencana ekologis.
References
Aldrich, D. P., & Meyer, M. A. (2015). Social capital and community resilience. American Behavioral Scientist, 59(2), 254–269.
Amri, M. R., Yulianti, G., Yunus, R., Wiguna, S., Adi, A. W., Ichwana, A. N., & Randongkir, R. E. (2016). Risiko bencana Indonesia. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 7(2), 1–9.
Coombs, W. T. (2023). Ongoing crisis communication: Planning, managing, and responding (6th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Hidayati, D. (2021). Penguatan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Jurnal Kependudukan Indonesia, 16(1), 35–48.
Houston, J. B., Hawthorne, J., Perreault, M. F., Park, E. H., Goldstein Hode, M., Halliwell, M. R., ... Griffith, S. A. (2015). Social media and disasters: A functional framework for social media use in disaster planning, response, and research. Disasters, 39(1), 1–22.
IPCC. (2023). Climate Change 2023: Synthesis Report. Geneva: Intergovernmental Panel on Climate Change.
Shaw, R. (2019). Disaster risk reduction and community resilience. Tokyo: Springer.
Suryani, I., & Kurniawan, B. (2022). Literasi digital masyarakat dalam menghadapi disinformasi kebencanaan. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 7(1), 45–58.
UNESCO. (2021). Media and Information Literacy Curriculum for Educators and Learners. Paris: UNESCO Publishing.
Twigg, J. (2015). Disaster risk reduction. London: Overseas Development Institute.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2023). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030: Progress Report. Geneva: UNDRR.
Norris, F. H., Stevens, S. P., Pfefferbaum, B., Wyche, K. F., & Pfefferbaum, R. L. (2008). Community resilience as a metaphor, theory, set of capacities, and strategy for disaster readiness. American Journal of Community Psychology, 41(1–2), 127–150.
Mileti, D. S., & Sorensen, J. H. (2018). Communication of emergency public warnings. New York: Routledge.
Mulyasari, F., & Shaw, R. (2021). Community-based disaster risk reduction in Indonesia: Progress and challenges. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 25(2), 155–170.
Yuliarti, M., & Pratiwi, A. (2023). Strategi komunikasi risiko bencana pada masyarakat pesisir di Indonesia. Jurnal ASPIKOM, 8(1), 120–134.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM) Terekam Jejak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


