Makna Filosofis Prosesi Siraman dan Sungkeman Pada Pernikahan Adat Jawa
Keywords:
Perkawinan adat Jawa; siraman; sungkeman; simbolisme ritual; budaya IndonesiaAbstract
Hampir semua manusia mengalami tahapan kehidupan yaitu pernikahan. Pernikahan adalah penyatuan dua jiwa menjadi satu keluarga melalui akad atau adat. Artikel ini membahas pernikahan adat Jawa sebagai kekuatan budaya Indonesia. Tujuannya untuk mengetahui proses-proses sebelum pernikahan dan makna setiap prosesi. Artikel ini mengungkapkan sejelas-jelasnya tentang pernikahan adat Jawa, yang difokuskan pada prosesi siraman dan sungkeman. Berdasarkan hasil pembahasan, diketahui bahwa dalam prosesi sebelum pernikahan dilangsungkan ada hal- hal yang dilakukan dan memiliki makna tersendiri. Ini menunjukan bahwa pernikahan adat Jawa sebagai salah satu kekuatan budaya yang memiliki ciri khas yang membedakan budaya Jawa dengan budaya lainnya.
References
Appadurai, A. (1996). Modernity at large: Cultural dimensions of globalization. University of Minnesota Press.
Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. (2020). Sensus Penduduk 2020: Hasil awal Provinsi Lampung. BPS Provinsi Lampung.
Bell, C. (1992). Ritual theory, ritual practice. Oxford University Press.
Douglas, M. (1966). Purity and danger: An analysis of concepts of pollution and taboo. Routledge.
Elmhirst, R. (2001). Resource struggles and the politics of gender: A case study of transmigration in Lampung, Indonesia. Environment and Planning D: Society and Space, 19(3), 329–348.
Elmhirst, R. (2007). Tigers and transmigration: Development, globalisation and environmental change in Indonesia. Area, 39(4), 465–477.
Endraswara, S. (2012). Falsafah hidup Jawa: Menggali falsafah, etika, dan tata nilai budaya Jawa. Narasi.
Fox, J. J. (Ed.). (1980). The flow of life: Essays on Eastern Indonesia. Harvard University Press.
Geertz, C. (1960). The religion of Java. University of Chicago Press.
Geertz, H. (1961). The Javanese family: A study of kinship and socialization. Free Press.
Hardjono, J. S. (1977). Transmigration in Indonesia. Oxford University Press.
Hariwijaya, M. (2008). Tata cara penyelenggaraan perkawinan adat Jawa. Hanggar Kreator.
Hasan, Z. (2025). Hukum adat: Pernikahan adat Jawa (hlm. 52–56). Universitas Bandar Lampung.
Herusatoto, B. (2008). Simbolisme Jawa. Ombak.
Hobsbawm, E., & Ranger, T. (Eds.). (1983). The invention of tradition. Cambridge University Press.
Jazeri, M. (2020). Makna tata simbol dalam upacara pengantin Jawa (hlm. 94). Akademia Pustaka.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (ed. revisi). Rineka Cipta.
Kraton Yogyakarta. (n.d.). Laporan pelaksanaan kegiatan penyebaran informasi kebudayaan. Kraton Yogyakarta.
Mulder, N. (1999). Inside Indonesian society: Cultural change in Java. Kanisius.
Purwadi. (2005). Upacara adat Jawa: Filosofi dan ritual. Pustaka Pelajar.
Ratawidjaya, T. W. (2006). Upacara perkawinan adat Jawa. Pustaka Sinar Harapan.
Smith-Hefner, N. J. (2007). Youth language, gaul sociability and the new Indonesian middle class. Journal of Linguistic Anthropology, 17(2), 184–203.
Sumarno. (1999). Jenis-jenis dan makna sesaji pada tahap tarub, majang, dan siraman dalam upacara perkawinan di lingkungan Kraton Yogyakarta. Dalam Adat perkawinan (Th. 1998/1999). [Penerbit tidak disebutkan].
Tirtosudarmo, R. (2019). The politics of migration in Indonesia and beyond. Springer.
Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Aldine de Gruyter.
Woodward, M. R. (1989). Islam in Java: Normative piety and mysticism in the sultanate of Yogyakarta. University of Arizona Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Education and Humanities (JEH) Terekam Jejak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



