Makna dan Nilai Sosial dalam Prosesi Perkawinan Adat Lampung

Authors

  • Reza Andika Syahputra UBL Author
  • Zainudin Hasan UBL Author

Keywords:

Perkawinan adat; Lampung; simbol budaya; pemimpin adat; Saibatin–Pepadun

Abstract

Studi kualitatif deskriptif ini menelaah prosesi perkawinan adat Lampung dengan pendekatan antropologi dan sosiologi. Hasil penelitian menunjukkan setiap bentuk upacara—hibal serba, bumbang aji, tar padang, cacak manuk, dan sebambangan—memiliki makna simbolik yang berkelindan dengan etika sosial dan kosmologi. Tahapan umum seperti ngukhak muli mekanai, ngantat jujur, sesan, begawi, dan cangget agung memuat nilai musyawarah, penghormatan terhadap perempuan, timbal balik, dan solidaritas komunal. Perbandingan antara tradisi Saibatin dan Pepadun menyoroti perbedaan stratifikasi, penekanan ritual, serta peran performatif kekerabatan, namun tetap menunjukkan prinsip bersama tentang kehormatan dan konsensus. Pemimpin adat tampil sebagai perantara budaya yang menjaga pengetahuan ritus, menegakkan norma, dan menyesuaikan praktik dengan konteks mutakhir tanpa mengikis makna inti. Studi ini menyajikan pemaknaan rinci atas simbolisme perkawinan Lampung, memperjelas fungsi tiap tahap dalam ritus peralihan, serta menunjukkan bagaimana otoritas adat menopang keberlanjutan budaya di tengah perubahan sosial

References

Apriyanto, R. (2020). Nilai-nilai simbolik dalam perkawinan adat Lampung Pepadun. Universitas Lampung Press.

Bourdieu, P. (1977). Outline of a theory of practice. Cambridge University Press.

Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE.

Durkheim, É. (1912). The elementary forms of religious life. Allen & Unwin.

Durkheim, É. (1995). The elementary forms of religious life (K. E. Fields, Trans.). Free Press. (Original work published 1912)

Farhan, M., Anggraini, F., Yusuf, Z. A., Putra, P., & Zaimasuri, Z. (2025). Analisis foto dan video sebagai strategi branding pempek di Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Politik, 2(4), 1143–1148. https://ittc.web.id

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Hasan, Z. (2025). Hukum adat. UBL Press.

Hasan, Z., Majidah, S., Yansah, A., Salsabila, R. F., & Wirantika, M. S. (2024). Konstitusi sebagai dasar hukum dalam pembangunan sistem hukum nasional. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(1), 44–54.

Hasan, Z., Putri, F. G., Riani, C. J., & Evandra, A. P. (2024). Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan peraturan hukum di Indonesia. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum dan Politik, 2(2), 138–150.

Hendrawan, M. R., & Putra, P. (2022). Integrasi manajemen pengetahuan dan literasi informasi: Pendekatan konsep dan praktik. Universitas Brawijaya Press.

Hobsbawm, E., & Ranger, T. (Eds.). (1983). The invention of tradition. Cambridge University Press.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE.

Malinowski, B. (1944). A scientific theory of culture and other essays. University of North Carolina Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE.

Nirmala, N. W. P. S., Firsilia, T., Pratama, A., & Putra, P. (2025). Aktivitas komunikasi dalam pekawinan nyentana masyarakat etnik Bali di Lampung. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Politik, 2(3), 878–886. https://ittc.web.id

Oktaria, R., Ali, I., & Putra, P. (2023). The potential utilizing ChatGPT for education and teaching students: Understanding, prospects, challenges, and utilization. Educative: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(2), 87–94.

Prameswari, N., Pariha, Q. A., Abdul, D. A. L., Putra, P., Faizal, A. R., & Zaimasuri, Z. (2025). Dinamika standar kecantikan Indonesia terhadap pengaruh hegemoni budaya Korea pada Generasi Z. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Politik, 2(4), 994–1000. https://ittc.web.id

Rahayu, N. (2018a). Makna simbolik dalam perkawinan adat Lampung. Lembaga Penelitian dan Kebudayaan Daerah.

Rahayu, N. (2018b). Simbolisme dalam upacara perkawinan adat Lampung. Jurnal Kebudayaan Lampung, 5(2), 101–120.

Rahyono, P. J. (2010). Kearifan budaya dalam kata. Wedatama Widya Sastra.

Setiawan, B. (2017). Filosofi seruit dalam tradisi gotong royong masyarakat Lampung. Jurnal Sosiohumaniora, 9(1), 20–28.

Setiawan, B. (2017). Tapis dan identitas perempuan Lampung. Jurnal Seni & Budaya, 12(1), 45–60.

Soelaiman, I. (2011). Perkawinan adat sebagai institusi sosial. Jurnal Sosiologi Budaya, 7(2), 145–162.

Soepomo, R. (1983). Adat dan upacara perkawinan di Indonesia. Balai Pustaka.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.

Sunarmi. (2015). Kain tapis sebagai identitas budaya perempuan Lampung. Gadjah Mada University Press.

Sunarmi, S. (2015). Musyawarah dalam adat Pepadun. Jurnal Antropologi Indonesia, 36(2), 89–104.

Sujarwa, S. (2019). Generasi muda dan tradisi lokal. Jurnal Masyarakat & Budaya, 21(3), 233–250.

Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Aldine.

van Vollenhoven, C. (1931). Het adatrecht van Nederlandsch-Indië (Vol. 1). Brill.

Windah, A., Oktiani, H., Nurhaida, I., Putra, P., Purnamayanti, A., & Maryani, E. (2023). Sambat Online Program’s pursuit of citizen-centric information services empowerment. International Journal of Qualitative Research, 3(2), 153–161.

Wirawan, I. (2015). Struktur sosial Saibatin dan Pepadun. Jurnal Sosiologi Nusantara, 3(1), 55–74.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE.

Downloads

Published

02-11-2025