Peranan Sistem Kekerabatan dan Struktur Sosial Pada Masyarakat Adat Lampung
Keywords:
Kekerabatan Adat, Manyamak Warei, Lampung Pepadun, Lampung Saibatin, Struktur SosialAbstract
Artikel ini membahas sistem kekerabatan dalam masyarakat adat Lampung, yang menjadi dasar dalam struktur sosial dan pelaksanaan adat istiadat. Kekerabatan adat Lampung dikenal dengan istilah manyamak warei, mencakup hubungan darah maupun hubungan adat melalui pernikahan dan ikatan sosial lainnya. Terdapat perbedaan pola kekerabatan antara masyarakat Lampung Saibatin dan Pepadun, terutama dalam garis keturunan dan penyebutan peran dalam keluarga. Sistem ini tidak hanya memperkuat hubungan antarindividu, tetapi juga menjaga kelangsungan budaya dan norma sosial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Lampung.
References
Apriyanto. (2020). Nilai-nilai simbolik dalam perkawinan adat Lampung Pepadun. Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.
Bushar, M. (2006). Pokok-pokok hukum adat. Jakarta: Pradnya Paramita.
Hadikusuma, H. (2003). Hukum adat kekerabatan Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti. Hasan, Z. (2025). Hukum adat. Bandar Lampung: UBL Press.
Hasan, Z., & Astarida, M. Z. (2023). Penegakan hukum lingkungan sebagai upaya pembangunan yang berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Advokasi, 11(1), 128–140.
Hasan, Z., Majidah, S., Yansah, A., Salsabila, R. F., & Wirantika, M. S. (2024). Konstitusi sebagai dasar hukum dalam pembangunan sistem hukum nasional. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(1), 44–54.
Hasan, Z., Putri, F. G., Riani, C. J., & Evandra, A. P. (2024). Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan peraturan hukum di Indonesia. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum dan Politik, 2(2), 138–150.
Haviland, W. A. (2011). Antropologi: Budaya, masyarakat, dan individu. Jakarta: Erlangga. Koentjaraningrat. (2002). Kebudayaan, mentalitet dan pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Pudentia, M. P. S. S. (2015). Kebudayaan Lampung dan kekerabatan adatnya. Bandar Lampung: Dinas Kebudayaan Provinsi Lampung.
Rahayu. (2018). Makna simbolik dalam perkawinan adat Lampung. Bandar Lampung: Lembaga Penelitian dan Kebudayaan Daerah.
Rahyono, P. J. (2010). Kearifan budaya dalam kata. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Soekanto, S. (2015). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugianto, B. (2017). Adat dan budaya Lampung. Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Education and Humanities (JEH) Terekam Jejak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



